Rabu, 04 November 2015

Perasaan Langka Tanpa Sebuah Penjelasan

Ada apa dengan malam ini? Mengapa aku merasakan rasa yang menggebu-gebu didalam dadaku ini? Mengapa dadaku terasa sangat sesak? Mengapa aku merasakan rindu yang menyeruak dan tak bisa kujelaskan tingkat kedalamnya? Rindu yang kuberikan bukan untuk ke sembarang orang. Rindu yang jarang ku rasakan, bahkan aku merasa rasa ini adalah rasa yang sangat langka di hidupku. Rasa ingin mengungkapkan semuanya pada orang yang detik ini kurindukan. Malam ini aku tak bisa berhenti memikirkan salah seorang dari makhluk makhluk di bumi yang kucintai. Hari ini semua tak sesuai dengan rencana yang telah kupersiapkan dengan baik, waktu yang seharusnya kupakai untuk menjalankan semua rencanaku yang baik ini agar berjalan mulus semulus paha para member jeketifortiegt yaitu menyelesaikan kumpulan-kumpulan pesan dari orangtua kedua ku setalah Tn. Agus T dan Ny. Heramawanti yang menyangkut di memoriku yang biasa kusebut dengan persetan harian sekolah malah tersita untuk mengenang kenangan canda tawa dan sifatmu yang konyol, bodoh, menyebalkan, dingin, tertutup, tak pernah serius, cuek, dan segala sifat dalam dirimu yang membuatku ingin menggigit tubuhmu yang memelihara sifat-sifat tak wajar itu. Bagaimana caramu agar dapat melakukan hal tak wajar ini terhadapku? Kau membuatku merasa bodoh malam ini. Kau membuatku menjadi aneh dan merasa gila sendiri. Kau membuatku ingin berteriak mengungkapkan semuanya. Aku ingin kau menjelaskan semua pertanyaan dan pernyataan atas kegelisahanku ini lewat mimpiku setidaknya malam ini saja. Aku ingin kau menyelesaikan rasa yang langka terhadapmu ini malam ini. Kau harus bertanggung jawab, harus!
Maaf aku tak pernah begini padamu sebelumnya, maaf ini terlalu lebay dan norak bagi orang-orang yang mengenal seorang Viola Rizkiya Mumpuni yang super jaga image ini. Sebelum semua ini terjadi, yang ku tahu aku hanya merasa kesal kesal dan kesal pada dirimu yang amat menyebalkan ini. Tapi malam ini berbeda, kau berhasil menyita waktu indahku di malam ini. Kau berhasil membuatku menyesal atas semua yang ku lakukan padaku semasa kau masih di sisiku, sebelum semuanya terjadi yang mungkin kini sudah sangat terlambat untuk aku ungkapkan. Kini, kau harus tahu bahwa aku sangat sangatlah menyesal karena aku tak sering memperhatikanmu bahkan bisa disebut hampir tak pernah memperhatikanmu. Aku menyesal tak bisa membaca pikiran dan arti dari tingkah lakumu. Aku terlalu mementingkan masa laluku yang kini baru ku sadari bahwa aku memang takkan bisa mendapatkannya kembali meskipun aku telah mencobanya berulang kali. Dan kini sebentar lagi aku akan memiliki masa yang akan menjadi salah satu masa lalu kelamku, jujur aku sangat tak menginginkan itu. Sampai saat ini aku mencoba menolaknya walau aku tak pernah menunjukkannya pada orang lain. Aku mencoba menghindari kenyataan pahit ini. Tapi apalah dayaku yang tolol ini, kau telah memaksaku untuk menerima masa baru ini, cepat atau lambat. Entah alasan apa yang harus kudengarkan dari penjelasan bodohmu yang mungkin hanya khayalan ku saja, khayalanku untuk dapat mendengarkan suaramu. Aku tak tahu harus menyusun dan mengeluarkan kata-kata apa lagi untuk menjelaskan rasa apa yang ada didalam hatiku untukmu. Bagiku, kau saat ini pasti sudah bisa membaca dan mendengar suara hatiku. Aku selalu berimajinasi bahwa jika seseorang yang telah berbatasan tembok besar dan tak akan kembali lagi untuk bertemu denganku setidaknya bisa membaca pikiranku, mendengarkan suara hatiku, dan melihat tangis jiwaku. Dan kuyakin kau bisa mewujudkan imajinasiku itu, kau haris bisa! Kali ini dengan tegas aku memaksamu untuk menerima perintah-perintah anehku. Bagaimana bisa kau memaksaku menerima kenyataan pahit ini seenak jidatmu dan kau malah tak mau mematuhi perintahku? Oh tidak sayang, aku tak sebaik itu. Lebih tepatnya aku tak semampu itu, aku tak semampu yang orang lihat dan tak semampu yang kau bayangkan. Menurutku semuanya sudah jelas bila kau mematuhi perintahku dan menjalankannya dengan baik. Jadi tak perlu aku menjelaskan lagi semuanya padamu karna kau pasti mengerti walau aku tak berbicara sepatah kata pun. Mungkin hari ini adalah hari terakhir aku merasakan hadirmu disini. Karena sebentar lagi kau akan benar benar pergi meninggalkan ku, meninggalkan kami lebih tepatnya. Tapi tak apa, jika itu membuatmu lebih bahagia dan merasa semua ini dapat mendukungmu untuk mendirikan kehidupan barumu disana yang tak sekejam kehidupan bumi yang kau tinggalkan. Terimakasih telah mengukir namaku sebagai salah satu orang yang sepsial dihatimu walau tak banyak orang yang tahu. Terimakasih telah mengajarkan arti ikatan yang berliku-liku jalan ceritanya. Terimakasih telah mengajarkanku arti sabar menghadapi manusia yang tak bisa kujelaskan tingkat ketidakwajarannya. Terimakasih telah memberi warna dalam hidupku dengan hal baik maupun hal buruk. Selamat jalan makhluk yang tak ku anggap teman ataupun sahabatku. Selamat jalan wanita montok berbibir sexy yang membuat semua orang yang melihat pastilah ingin menggigit bibirmu. Selamat jalan wanita pemalas yang tak pernah belajar tapi selalu lebih pintar dari ku sejak 7 tahun yang lalu. Selamat jalan wanita yang tak jelas status hatinya yang juga mempengaruhi sifatnya. Selamat jalan wanita yang mempunyai jalan pikiran berbeda dari manusia dibumi lain yang normal, khususnya para makhluk indah ciptaan Tuhan yang diciptakan khusus untuk menghiasi bumi. Selamat jalan wanita aneh yang selalu dicintai oleh para buaya dan seenak dengkulnya menggantungkan perasaan para buaya tersebut. Selamat jalan wahai salah satu wanita yang tak bisa kujelaskan statusnya dihatiku. Selamat jalan wanita yang datang kebumi ini pada tanggal 24 Desember 1999 dan kini telah kembali kepada-Nya.
SELAMAT JALAN DIAN MILENIA TRISNA AFIEFA, 27 Oktober 2015💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Tidak ada komentar:

Posting Komentar