Selasa, 06 Oktober 2015

Suatu Puncak Sesuatu

Mungkin saat ini adalah titik puncak kelelahanku dan kebingunganku. Seribu khayalan yang tiada hentinya selalu saja menggangguku dan memaksaku untuk memikirkannya hingga menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang tak ingin lepas dari benakku.
Entahlah. Bagiku, sekumpulan manusia manusia tidak waras yang terbalut dalam mekanisme kehidupan ini bukanlah sebuah persahabatan, tetapi aku merasa ini juga bukanlah sebuah pertemanan. Bagiku, ikatan ini sangat berbeda dengan ikatan-ikatan lainnya yang pernah kutemui. Lalu pertanyaanku ialah Sebenarnya ini apa? Kita ini siapa? Kita ini bagaimana?--  Itu hanyalah secuil pertanyaan yang ku utarakan dari banyaknya pertanyaan lainnya yang tersimpan di benakku.
Lalu beberapa khayalanku memaksaku untuk berpikir keras tentang hal bodoh ini. Hipotesisku berkata bila ini adalah sebuah persahabatan, Mengapa kita tak saling tahu satu sama lain? Mengapa kita saling tertutup? Mengapa kita tak saling memperhatikan satu sama lain? dan Mengapa kita enggan untuk saling terbuka? Saat semua orang bertanya mengapa kalian berbeda, saat semua orang bertanya tentang kebenaran yang terjadi di antara kita, dan saat mereka semua bertanya sejauh apa hubungan diantara kita, aku menjadi seperti layaknya sebuah paku yang tertancap disebuah dinding luas yang sangat gelap. Terdiam membisu dan tidak tahu ingin menjawab apa. Tidak kutemui jawaban-jawaban dari pertanyaan mereka disekitarku walau aku sudah berusaha mencarinya. Adakah yang dapat membantuku menyelesaikan pertanyaan yang tak bisa ku jawab ini?
Kemudian hipotesisku yang lain berkata bila ini sebuah pertemanan, mengapa kita saling peduli walau tidak terlihat? Mengapa kita saling memikirkan? Mengapa kita saling menyayangi? Mengapa kita saling percaya? Mengapa kita memiliki banyak komitmen dan mimpi-mimpi yang harus kita wujudkan bersama?
AH! Semua ini membuatku semakin bingung dan lelah. Berkali-kali aku mencoba untuk menjawabnya namun semakin aku berusaha untuk membuktikan kebenaran yang akan ku ajukan menjadi jawaban tersebut, aku malah semakin bingung ingin berbuat apa. Semuanya semakin rumit.
Apakah kita akan terus begini, orang gila? Dengan satu masalah besar yang menimpa kita sehingga kita kehilangan seseorang yang sangat kita cintai dan membuatku sadar betapa pentingnya kalian disisi ku. Apakah kita tak ingin belajar berubah agar tak terjadi masalah besar yang menimpa kita lagi? Apakah kita tak ingin memperbaiki semua kesalahan sistem ikatan aneh ini? Apakah kita masih sanggup untuk kehilangan untuk kedua kalinya? Aku akan merasa sangat senang bila kalian mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh ini yang mungkin tak bisa ku jawab dan tak akan kuketahui jawabannya.
#OGF